السَلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

SELAMAT DATANG
Terimakasih atas Kunjungannya di Blog ini!


Hidup adalah Perjuangan


wa-an laysa lil-insaani illaa maa sa'aa

[53:39] dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,



wa-anna sa'yahu sawfa yuraa

[53:40] dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya).



Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 22 Agustus 2017

Gejegur Joblangan I (Bagian 1)

#ketika aku pernah dituduh ML (Making love, Bersenggama, berhubungan suami istri/) saat masih nuntut ilmu. Dan sampai detik ini tak pernah melakukannya. Skrg belum menikah ☺️
#seharusnya status panjang ini tak perlu ditulis. Karna vulgar dan bs dianggap riya' ☺️
#kalau aku mau, aku bisa saja "Njajan" . 😀😁
Sebenernya ku tak mau ingat2 itu lagi.
Kenangan yg telah lama ku kubur dalam2.
Brubung ada yg tanya,
Padal nggak penting tuk dibahas.
Ya gmn lagi. Padal ku tahu udah brpa kali tu orang mancing2 agar crita. Tpi tak ku hiraukan. 😂
"semua orang punya masa lalu masing2. Banyak pemuda yg lebih parah daripada kamu. Mereka terbuai akan gemerlapnya dunia". Katanya.
lalu terpaksa singkat ku crita.
Akhirnya tu orang kagum knpa bisa memaafkan. 😂
Teringat masa lalu yg sangat kelam, fitnah yg sangat dahsyat dalam hidup bbrpa tahun lalu.
Saat masih menuntut ilmu, ada orang tak suka menjatuhkanku dgn dituduh berzina, ML (senggama). Dan orang2 pada percaya ....
Kejadian itu terjadi di Bulan Agustus.
Yach skrg juga agustus. ☺️
Saat itu,
Semua jadi hancur...
Hancur berkeping-keping.
Semua orang menjadi berpikir negatif tentangku.
Aku menjadi pergunjingan banyak orang.
Aku bener2 kehilangan kepercayaan.
Aku sangat malu saat itu.
Sungguh sangat menyakitkan.
Sudah ada usaha tuk jelaskan semuanya.
Tapi apa daya.
Ku hanya bagaikan sebutir pasir saat itu. Mereka memandangku sebelah mata.
Tak ada yg peduli. Kecuali kluarga dan orang tua angkat.
Saat itu,
Hari2 ku jalani dgn tangis.
Semua jadi hancur... Semua jadi berantakan.
Dalam tangisan,
Ku yg hanya anak sawah,
Anake wong kere hanya bisa memperbanyak istighfar...
Memperbanyak dzikir sepanjang masa....
Betapa sakitnya hatiku saat itu.
Hidup terasa kelam,
Masa depan terlihat begitu suram...
Ku berusaha tabah atas apa yang menimpa hidupku saat itu....
Fitnah yg sangat dahsyat dalam hidup....
Anake wong kere.
Tak bisa bayangkan betapa kejamnya dunia...
Membuatku sakit berkepanjangan dan trauma.
Dalam sujud malam,
Aku hanya bisa berdoa "Jikalau ini yg terbaik, saya hanya pasrah. Meskipun sangat menyakitkan".
Saat semua sudah sangat terpuruk,
Siang malam hanya bisa berdoa, memperbanyak istigfar...
Malam2 itu ku bermimpi,
Seolah-olah makhluk2 ALLAH SWT ikut mendoakanku.
katak2 pun bertasbih,
Belalang2, jangkrik2 mengerik,
mereka pun bertasbih menyebut asma-Nya dan mendoakanku.
Seiring berjalannya waktu,
Beberapa tahun lamanya,
Gosip itu hilang ditelan Bumi.
Namun bekas rasa sakit, luka yang dalam dan trauma masih tersisa.
Beberapa tahun lamanya tak satupun dari mereka mendapat pencerahan.
Dan fitnah itu tak pernah ada solusi.
Yach,
Sudahlah....
Ikhlaskan aja. Meskipun sangat menyakitkan....
Dan telah mengorbankan masa depanku....
Waktu terus berjalan,
Berjalannya waktu ALLAH SWT mengangkat derajatku saat itu...
Aku merasa mungkin itu adalah ganti dari ALLAH SWT atas lulusannya cobaan itu.
Mungkin itu jawaban dari doa2ku dan para makluk2 ALLAH SWT yg mendoakanku.....
Meskipun fitnah itu tak pernah tercerahkan ...
Mungkin sampai saat ini (Di tahun 2017),
Kalau mereka ingat aku pasti mereka anggapku seperti apa yg udah dituduhkan.😊☺️😁
Aku akui,
Aku bukanlah lelaki yang alim .....
Bukanlah lelaki yang baik.
Aku hanyalah lelaki biasa, yang normal.
Dibilang nakal ya monggo...
Tapi jika disumpah demi ALLAH,
Sampai detik ini aku tak pernah melakukan ML (Senggama).
Walo bukan lelaki yg alim,
Ditengah2 banyak godaan, Sampai saat ini ALLAH SWT masih menjaga dan melindungiku.
Hotel Prima Indah, Kota Sibolga Sumatera Utara (Tempat Singgah)

Sebagai lelaki biasa aku juga tak tahu ke depan, karna iman seseorang itu bisa naik dan turun....
Alhamdulillah saya tidak ditakdirkan merokok maupun konsumsi minuman aneh2.
Kalau aku mau,
Kalau boleh sombong soal itu, ku rasa tak sulit bagiku njajan (mau itu).
Apalagi saat keluar kota. Yang kadang dibiarkan sekamar sendiri. 😀😁
Disepanjang perjalanan dimanapun tempatnya pasti dispot2 tertentu ada tempat buat Njajan. 😂
Nyatanya sampai detik ini Alhamdulillah tak pernah begitu.
Kamar Hotel Prima Indah Kota Sibolga

Hal yg seharusnya tak perlu diceritakan,
Saat ke luar kota yg banyak godaan, tak lupa tuk berusaha mampir ke masjid2. Tuk usaha jaga ibadah kapan dan dimanapun singgah...
Klopun tidak ke masjidnya ya dimana gitu, meskipun ke tempat yg kadang minoritas muslim....sulit buat cari tempat ibadah......
Yachh ...Yg penting bisa usaha menjaganya.

Betapa ku sadari,
Aku juga bukan lelaki yang baik ...
Bukanlah seorang Ikhwan ....
Apalagi ikhwan yg shalih...
Tapi aku masih sambung silaturrahiim dgn guru ngaji saat dulu.
Beliau punya program bagus tuk jaga amalan yaumi.
Shalat, puasa, dll.
Aku akui, aku juga bukan lelaki baik.
Tapi aku juga tak mau sok suci dan merendahkan mereka yg sudah terlanjur, terjerat ke dunia kelam.
Moga ALLAH SWT mengampuni dosa2 kita, selalu meridhoi kita, menjaga kita kapan dan dimanapun kita berada. ...,aamiin...
Kalaupun kita bukan orang yg baik,
Setidaknya berusaha.....
BERUSAHA....
DAN
BERUSAHA ....
Menjadi orang baik.....
☺️😊😍😘
#memori anak sawah
#22 Agustus 2017, Kota Sibolga, Prov. Sumatera Utara

Jumat, 14 Juni 2013

DETIK DETIK SAKAROTUL MAUT

DETIK DETIK SAKAROTUL MAUT
====================
oleh : Rizal Abdus Salam


Hal hal yang sunah dilakukan terhadap orang yang sakit parah (muhtadhor);

1. Mengahdapkannya ke arah kiblat
Hal ini bisa dilakukan dengan cara membaringkannya pada lambung sebelah kanan (kepal di utara), jika tidak mampu maka dengan membaringkan pada lambung kirinya (kepala di selatan), dan bila hal ini tidak mampu maka dengan posisi diterlentangkan (mlumah) dan member sejenis bantal dikepalanya agar bisa menghadap kiblat

2. Membacakan surat yasin dengan keras dan surat Ar-Ra’du dengan lirih,
Jika keduanya mungkin di baca, namun jika hanya mungkin membaca salah satunya, maka dibacakan surat yasin untuk mengingatkannya pada urusan akhirat. Jika muhtadhlor (orang yang sudah sekarat) sudah tidak mempunyai perasaan maka yang lebih utama di bacakan surat Ar-Ra’du, untuk mempermudah keluarnya ruh.[4]

3. Mentalkin (menuntun untuk membaca لا اله الاالله)
Nabi bersabda : « مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ »(رواه الحاكم)“barangsiapa yang akhir hayatnya membaca لا اله الاالله maka ia akan masuk surga”
Menurut qaul sahih penalkinan dilakukan satu kali (tidak perlu diulangi), kecuali apabila muhtadlor setelah ditalkin berbicara sekalipun masalaj ukhrawi, maka talkin sunah untuk diulangi lagi. Menurut imam As Shamiri talkin tidak sunat diulangi selama muhtadlor tidak membicarakan urusan duniawi. Talkin untuk orang muslim tidak memakai lafadz tasbih dan ashadu, kedua lafadz tersebut digunakan untuk mentalkin orang kafir yang diharapkan masuk islam.
Orang yang melakukan talkin disunahkan bukan ahli waris, bukan musuhnya atau orang yang hasud/iri kepadanya, hal ini bertujuan untuk menghindari dugaan bahwa mereka mengharapkan kematian muhtadlor.[5]
Jika yang ada hanya ahli waris maka hendaknya yang metalkin adalah ahli waris yang paling saying kepadanya.[6]

4. Memberi minum kepada Muhtadlor (orang yang sakit parah)
Hal tersebut disunnahkan, terutama apabila ada tanda bahwa ia meminta minum, sebab pada waktu itu syetan menawarkan minum yang akan ditukar dengan keimanan.

Tanda baik dan buruknya mayyit :
Tanda-tanda mayyit yang baik :
1. Keningnya berkeringat
2. Kedua matanya mengeluarkan air mata
3. Janur hidungnya mengembang
4. Wajahnya ceria

Tanda- tanda mayit jelek :
1. Wajahnya kelihatan sedih dan takut.
2. Ruhnya sulit keluar, bahkan sampai seminggu
3. Kedua sudut bibirnya berbusa.
Tanda-tanda diatas bisa kelihatan semua, atau hanya sebagiannya saja.[7]

Keterangan
Apabila ada tanda yang baik maka sunnah untuk disiarkan kecuali jika mayyit dhohirnya ahli maksiat atau orang fasik, maka tidak boleh di siarkan, agar perilaku jeleknya tidak ditiru orang lain.

Bila ada tanda yang jelek maka wajib dirahasiakan, kecuali dhohirnya mayit adalah orang yang ahli maksiat atau orang fasik, maka boleh untuk diberitahukan orang lain agar perilaku jeleknya tidak diikuti orang lain

Kesunnahan Setelah Ruh Dicabut

1. Memejamkan kedua matanya dengan mengusap wajahnya sambil membaca :
بسم الله وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم

bila belum berhasil maka tariklah kedua lengan dan ibu jari kakinya secara bersamaan.

2. Kedua rahangnya hingga kepala bagian atas diikat dengan kain yang lebar agar mulut tidak terbuka.

3. Sendi-sendi tulang dilemaskan dengan cara melekukkan tangan pada lengan, betis pada paha, paha pada perut agar mudah didalam memandikan dan mengkafaninya

4. Pakaian mayit dilepas dengan pelan, lalu mayit ditutupi dengan kain yang tipis, ujungnya diselipkan dibawah kepala dan kedua kaki.
Keterangan;

a. Untuk mayit laki-laki yang dalam keadaan ihrom maka kepalanya harus terbuka (tidak boleh ditutupi)
b. Untuk mayit perempuan yang sedang ihrom maka wajahnya tidak boleh ditutupi.

5. Mayit diletakkan ditempat yang agak tinggi, sekira tidak menyentuh tanah, seperti di atas dipan (amben), agar tanah yang basah tidak mengenainya (supaya tidak segera membusuk)

6. Membakar dupa atau menaburkan wewangian disekitar mayit, agar bau yang tak sedap menjadi hilang

7. Meletakkan sesuatu (selain mushaf) yang agak berat di perut mayit, dengan cara benda tersebut di bujurkan dan diikat agar perutnya tidak mengembang. Untuk beratnya kira-kira 54,3 gram atau 0,5 ons

8. Segera melunasi hutang dan melaksanakan wasiatnya

[4] Al mahalli juz 1 hal; 321
[5] Nihayatuz zain 147
[6] Qulyubi juz 1 hal;321
[7] Nihayatuz zain hal; 147

Walloohu A'lam Bish Showab
Semoga Bermanfaat

Kamis, 13 Januari 2011

Menyelamatkan kawasan cagar Budaya demi eksisnya julukan sebagai “kota Seribu Gua”-Tuban

“Kota Seribu Gua”

itulah salah satu julukan yang disandang Kota Tuban. Kota yang banyak memiliki goa. Karena hampir di setiap kecamatan ada gua dengan aneka bentuk. Namun menyayangkan, julukan kota seribu goa ini bisa saja tidak bertahan lama lagi, karena sebagian besar gua saat ini sebagian besar kondisinya tidak terawat.

Hasil penelitian tim Universitas Atmajaya dan Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban tercatat lebih dari 500 gua yang tersebar di sebagian besar Kecamatan di Tuban, Kecuali Kecamatan Bangilan, Senori, Bancar, dan Widang. Kecamatan yang punya goa paling banyak antara lain Montong, Kerek, Meraurak, Kota Tuban, Grabakan, Rengel, dan Palang. Rata-rata punya lebih dari dua gua.

Namun sayang, saat ini sekitar 80% gua dalam kondisi rusak parah akibat penambangan ilegal. Yang merusak adalah penambangan batu phospat. Batu-batu di dasar gua ditambang untuk dijual ke perusahaan pembuat pupuk. Hampir semua penambangan phospat di Tuban tidak berizin alias ilegal. Menurut beberapa sumber, penambangan batu phospat mulai marak di Tuban sejak 2000. Semakin hari, kerusakan lingkungan di lokasi penambangan semakin parah. Apalagi, mulai 2007 hingga kini penambangan phospat hampir terjadi di semua gua. Aktivitas penambangan paling banyak terjadi di Kecamatan Montong. Para aktivis kesulitan membendung kegiatan eksploitasi gua. Satu-satunya cara yang selama ini kerap ditempuh adalah melapor kepada pemerintah setempat dan aparat terkait. Bahkan, Cagar juga sempat melaporkan hal ini kepada Kementrian Lingkungan Hidup, Sub Bidang Pengelolaan Kawasan Kars, Jawa-Bali di Jogjakarta. Tapi, aksi penjarahan gua tetap berlangsung di Tuban sampai sekarang.

Sebagai mana yang disebutkan diatas, 80% gua rusak parah diakibatkan oleh penambangan illegal. Tapi ada gua yang rusak gara-gara faktor lain.

Goa Suci Suci di dusun Suci desa Wangun Kecamatan Palang, Tuban yang diputuskan sebagai cagar budaya peninggalan sejarah Majapahit sebentar lagi akan dtenggelamkan lumpur sawah dan tanah tegal disekitarnya. Karena lahan disekitarnya status kepemilikan lahannya milik perorangan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Sehingga kedalaman gua yang semula 14 meter kini di bagian tengah yang punya fungsi masuknya sinar matahari tinggal 5 meter dari permukaan tanah. Akses jalan menuju ke dusun Suci dari jalan raya Palang sepanjang 3 kilometer jelek kondisinya, jembatanya pun rusak berat dan baru diperbaiki. Sementara akses jalan desa menuju ke gua tidak ada sama sekali sehingga harus melanggar tanaman milik petani.

Tanda-tanda situs hanya papan yang menunjukkan bahwa di sini ada situs yang dijadikan cagar budaya yang tidak boleh diganggu dan dilindungi undang-undang. Situs gua yang digali pada zaman kerajaan Mojopahit tahun 1296 (sesuai pahatan di mulut gua dalam huruf Jawa kuno) ini ada hubungannya dengan berdirinya kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto.

Situs yang ditemukan pada tahun 1976 oleh penggali batu bata putih (kumbung) ini diresmikan sebagai obyek wisata oleh Bupati Masduki. Sampai saat ini karena gua ini antik dan penuh pahatan yang punya nilai seni tersendiri bahkan di salah satu ruangannya ada jurang wayang yang menggambarkan kegantengan Raden Harjuna (Arjuno).

Juru kunci Gua Suci, Nuradji (64 tahun) yang menjadi penjaga gua selama 30 tahun terakhir ini merasa prihatin dengan kondisi gua yang makin tenggelam. Jurang Wayang kini sudah tidak nampak lagi, setiap jam 12 siang ketika matahari berada di atas kepala, gua akan terang benderang dan nampak indah, kini tidak lagi bisa terlihat jelas

Menurut Nuradji, batu padas yang keras dari gua ini diambil oleh kerajaan Mojopahit untuk istana di pusat pemerintahan Trowulan Mojokerto Mojopahit. Pahatan batu cadas masih terlihat jelas dan rapi cara pengambilannya, seperti mesin tetapi penuh seni dan inilah kelebihan Gua Suci.

Saat ini masih ada empat ruangan yang utuh. Ada satu ruangan yang ambruk di bagian selatan karena terkena gempa pada tahun 70-an. Yang tersisa ini harus dilestarikan dan pihaknya sudah lapor ke balai Meseum Trowulan yang menaungi cagar budaya ini.

Menurut saya, Keberadaan gua yang berada di tanah seluas 6.250 m2 milik Marsidin yang kini ahli warisnya Darum ini merupakan cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang harus di jaga kelestariannya. Karena dengan keberadaan situs cagar budaya ini eksistensi Tuban sebagai “Kota Seribu Gua” tetep terjaga. Disamping itu bisa menjadi warisan buat generasi muda yang ingin tahu peninggalan nenek moyangnya yang sampai saat ini masih tetap terawat dengan baik.

Dalam pandangan bisnis, gua ini memiliki juga nilai ekonomis yang cukup bagus. Jika dikembangkan bisa menjadi salah satu PAD Kabupaten Tuban. Disamping itu, dengan dikembangkannya kawasan cagar budaya ini juga bisa membantu mengurangi pengangguran penduduk sekitar, yakni bisa membuka lapangan baru. Untuk itu perlu adanya pengelolaan kawasan cagar budaya ini demi kelestariannya.

Peranan pemerintah sangatlah penting dalam masalah cagar budaya ini. Beberapa usaha yang bisa ditempuh dalam pengelolaan kawasan cagar budaya demi menyelamatkan kelestarian cagar budaya ini diantaranya:

1) Penyediaan infrastruktur

Perbaikan akses menuju dusun suci dari jalan Palang Raya, menyediaakan akses jalan menuju gua agar pengunjung bisa masuk dengan nyaman.

2) Pembeliaan tanah

Pembeliaan tanah seluas 6.250 m2 milik Marsidin yang kini dikuasai oleh ahli warisnya Darum oleh pihak terkait.

3) Perbaikan manajemen pengelolaan

Pemerintah bisa bekerjasama dengan pihak swasta dalam manajemen pengelolaan cagar budaya ini.

4) Perlindungan cagar budaya

Dibangun pagar untuk menahan tanah dan lumpur yang masuk ke gua.

Selain usaha-usaha diatas, perlu didukung dengan keberadaan instrumen yang memadai agar pengelolaan kawasan cagar budaya ini dapat terselenggara secara efisien dan efektif. Instrumen dimaksud diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses analisis permasalahan dan penyesuaian kebijakan pengelolaan kawasan cagar budaya demi kelsestarian , yang kemudian diperkuat dengan instrumen hukum (misal UU, PP, Keppres hingga Perda). Beberapa instrumen hukum diantaranya UU-RI No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya; UU-RI No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah; PP-RI No. 10 tahun 1993 tentang pelaksanaan UU-RI No. 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya; PP-RI No. 38 tahun 2007 tentang Pembangunan Urusan Pemerintah; Keputusan MENDIKBUD No. 087/P/1993 tentang Pendaftaran Benda Cagar Budaya, Keputusan MENDIKBUD No. 062/U/1995 tentang Pemilikan, Penguasaan, Pengalihan dan Penghapusan Benda Cagar Budaya dan/atau Situs; Keputusan MENDIKBUD No. 063/U/1995 tentang Perlindungan dan Pemeliharaan Benda Cagar Budaya; Keputusan MENDIKBUD No. 064/U/1995 tentang Penelitian dan Penetapan Benda Cagar Budaya dan/atau Situs. Disamaping itu pada tahap pengelolaan kawasan cagar budaya, instrumen yang diperlukan yang dibutuhkan adalah perizinan (seperti izin penambangan, izin lokasi, dan penegakan sanksi hukum atas bentuk-bentuk pelanggaran).

Pembangunan Teminal Baru”Terminal Wisata Kambang Putih” di kota Toak, sampai detik ini apakah sudah fungsi sesuai harapan atau malah Mubadzir???


Tuban yang terletak antara 111,3-112,35 BT dan 6,4-7,18 LS sebagai salah satu kota tua pada jalur Pantai Utara Jawa memiliki beberapa julukan, diantaranya “Kota Tuak”, “Kota Wali”, Kota “Seribu Goa”. Kota Tuban dewasa ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Dari segi transportasi, terminal bus merupakan salah satu fasilitas transportasi yang cukup penting. Yang merupakan tempat pemberhentian bus, yang mana para pelaku trasportasi Bus beserta orang-orang di dalamnya bisa melakukan istirahat sejenak.

Dalam gerak pertumbuhan ekonomi, eksistensi suatu terminal bus menempati posisi penting sebagai bagian dari konsep transportasi, khususnya transportasi darat. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi tersebut, maka jumlah angkutan yang dibutuhkan juga akan semakin meningkat.

Di Kabupaten Tuban, terdapat beberapa terminal. Yakni terminal Lama, terminal Baru, dan Terminal Pariwisata. Terminal baru yang terletak di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban dibangun karena terminal lama yang terletak disudut Jl. R.E. Martadinata dan Jl. Teuku Umar fungsinya sudah kurang memadai. Baik dari segi fasilitas operasional, fungsional maupun penunjang yang ada kurang dapat mengantisipasi perkembangan intensitas bus-bus dan kendaraan umum yang ada. Terminal baru ini berada di sepanjang pesisir pantai Utara Jawa (Pantura) yang menggunakan konsep Wisata. Dari data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban tahun 1995-2004 , peningkatan jumlah angkutan Bus AKAP sebesar 6,8%. Bus AKDP sebesar 7,05%, angkutan kota sebesar 10,11%, sedangkan untuk angkutan pedesaan sebesar 9,62%. Dari data terlihat bahwa jumlah angkutan yang ada semakin meningkat yang membutuhkan pelayanan sarana yang baik. Itulah yang mendasari BAPPEDA Kabupaten Tuban menginvestasikan dana, berinisiatif untuk membangun terminal baru guna menyeimbangi jumlah angkutan yang semakin meningkat.

Berdasarkan Juknis LLAJ 1995, Sebuah terminal dikatakan berfungsi dengan baik sebagai mestinya jika dapat ditinjau dari 3 unsur, diantaranya:

1) Fungsi terminal bagi penumpang

2) Fungsi terminal bagi pemerintah

3) Fungsi terminal bagi operator/pengusaha

Terminal menguntungkan bagi penumpang, bagi pemerintah, maupun bagi operator/pengusaha.

Sebagai terminal berkonsep wisata, ternyata terminal baru di Tuban ini dirasa belum memenuhi fungsinya seperti yang dijelaskan dalam juknis LLAJ 1995. Hal ini bisa dilihat bahwa selama ini sektor ini belum bisa memberikan PAD sesuai dengan harapan. Para awak Bus antar propinsi maupun antar kota dalam propinsi enggan masuk ke dalam terminal. Begitu juga angkutan kota di Tuban tidak ada yang sampai pada terminal megah itu. Akibatnya retribusi yang ditargetkan jauh dari harapan, karena sangat jarang penumpang yang masuk ke Lokasi Terminal itu.

Banyak pihak yang menyatakan pembangunan terminal wisata seluas 106.764 m2 dan menguras APBD 2004 sebesar Rp 39,1 miliar itu merupakan proyek yang sia-sia.

Selain itu, kalangan parlemen Tuban sejak usulan eksekutif itu disampaikan ke DPRD sudah mendapat pertentangan. Namun, pada akhirnya pembangunan marcusuar itu tetap jalan dan pada kenyataannya pembangunan itu kurang bermanfaat.

Menurut kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Faraid, sampai saat ini target PAD yang dibebankan dari sektor Terminal Wisata Tuban (TWT) belum mampu dipenuhi. Dari target Rp 158 juta pada 2009, hanya terpenuhi Rp 130 juta. Tahun ini target diturunkan menjadi Rp 140 juta. Tapi Effendi tetep kurang yakin bisa memenuhinya. “Awak bus mau masuk terminal itu dengan kita ‘paksa’,” Tandas Faraid. (kotatuban.com)

Melihat permasalahan diatas, biar tidak lebih mubadzir lagi, menurut saya perlu diadakan penataan ulang lagi oleh Pemerintah Kabupaten Tuban agar dapat memenuhi target PAD yang dapat memperbesar jumlah dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Karena selama ini TWT kurang berfungsi, malah terbalik dari konsep awal, yang seharusnya terminal sebagai pendukung wisata, tapi yang ini malah wisata lah yang menjadi pendukung keberadaan terminal. Yang di sana banyak dijumpai orang-orang yang sedang mancing, dan menikmati indahya matahari di pagi dan sore hari. Di situ juga sering dijumpai muda-mudi yang asyik pacaran karena tempatya yang strategis dengan kota tuban.

Pemerintah perlu melakukan strategi dalam pembiayaan pembangunan dalam penataan ulang TWT. Strategi tersebut dapat berupa strategi pembiayaan konvensional maupun secara non-konvensional.

Strategi pembiayaan secara konvensional diperoleh berdasarkan sumber-sumber penerimaan konvensional, diantaranya pendapatan daerah yang dikelola melalui anggaran pemerintah (APBD/APBN) misalnya pendapatan daerah seperti hasil pajak, retribusi, dan lain sebagainya. Sedangkan strategi pembiayaan secara non-konvensional diperoleh kerjasama dengan pihak swasta.

Dari sumber-sumber pembiayaan diatas dapat dilakukan pengalokasian khusus guna pembiayaan pembangunan penataan ulang TWT agar fungsinya sesuai dengan yang diharapkan, sesui dengan target.

Rabu, 30 Juni 2010

Penipuan

hati-hati dengan orang yang tertera dibawah ini:

Nama : Ir. RANTA DAHLAWI
Tanggal/Lahir : Medan, 10 Oktober 1975
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Sakti Lubis Gg. Usaha No. 48 Simpang Limun Medan


ciri-ciri :
ketinggian sedang sekitar 170 cm
Rambut agak panjang
wajah lonjong
kulit sawo matang.


==> Hati-hati dengan orang yang mengaku beridentitas diatas.
dia telah melakukan penipuan transaksi barang, dengan alamat surat Penipu:
LIZAR ALY
DESA BLANG NALEUNG MAMEH KEC. MUARA DUA
LHOSEUMAWE
LHOKSEUMAWE 24200

==> Dia juga telah meminta uang di salah satu lembaga Amil Zakat di Surabaya, di LMZIS Masjid Manarul Ilmi ITS.
dengan alasan kehabisan uang transport perjalanan

Senin, 07 Juni 2010

Menyesal


Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti.

Karya: Ali Hasjmi

Minggu, 06 Juni 2010

Dara Santri Sunan Drajat


Cantik-cantik Dara Santri Sunan Drajat . ...
Sepanjang hari berbusana rapi memakai jilbab .. . ..

Dara Santri Sunan Drajat pandai mengaji, .. ..
Akhlaknya terpuji dan bertakwa pada Illahi....

Di Pondok Pesantren Sunan Drajat belajar mandiri. ...
Menuntut ilmu dunia akhirat bekal hari nanti .....

Dibawah bimbingan Pak Kiai belajar mengaji .....
Membina diri agar menjadi muslimah sejati ....

Dara Santri Sunan Sunan Drajat, ....
cantik-cantik pandai mengaji .....
Dara Santri Sunan Drajat ....
Ramah tamah dan rendah hati .....

Dara Santri Sunan Drajat ...
Dara Santri Sunan Drajat . . .